Kemanag Sleman News (Humas) — Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman mematangkan persiapan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 melalui rapat koordinasi publikasi yang digelar di Ruang Rapat Bagian Kesra Setda Sleman, Selasa (13/10/2026). 

Rapat koordinasi tersebut membahas kesiapan publikasi dan pelaksanaan berbagai kegiatan Hari Santri yang melibatkan pondok pesantren, madrasah, tokoh lintas agama, serta unsur pemerintah daerah. Sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan sekaligus memperluas dampak positifnya bagi masyarakat. 

Puncak peringatan HSN 2026 tingkat Kabupaten Sleman dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026, di Lapangan Pemda Sleman. Kegiatan utama berupa upacara peringatan yang diperkirakan diikuti sekitar 1.200 peserta dari 33 pondok pesantren se-Kabupaten Sleman. Selain upacara, rangkaian acara juga direncanakan meliputi karnaval santri, penyerahan bantuan melalui program Santri Preneur, serta pelaksanaan salat istiska. 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., berharap peringatan Hari Santri tahun ini tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat luas. 

Menurutnya, Hari Santri menjadi momentum untuk meneguhkan peran santri dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, menjaga persatuan, serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Semangat tersebut sejalan dengan tema HSN 2026, yakni “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” 

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan, sejumlah kegiatan telah dan akan dilaksanakan. Pekan Kompetisi Madrasah telah digelar di MAN 5 Sleman sebagai wadah pengembangan potensi dan prestasi peserta didik madrasah. Selain itu, kegiatan bersih-bersih di tiga pondok pesantren turut menjadi bagian dari rangkaian HSN 2026 dengan melibatkan tokoh lintas agama dan penyuluh lintas agama yang tergabung dalam Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Sleman. 

Rangkaian kegiatan lainnya meliputi program bersih-bersih pondok pesantren, Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), serta pembuatan video kegiatan Hari Santri oleh pondok pesantren se-Kabupaten Sleman. Berbagai kegiatan tersebut menjadi bentuk partisipasi pesantren dalam menumbuhkan kepedulian sosial, memperkuat karakter generasi muda, dan menyemarakkan peringatan Hari Santri. 

Sementara itu Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Wiyato Widodo, S.Sos., M.AP., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam persiapan HSN 2026. Ia menegaskan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan kerja sama agar seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik. 

Melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sleman, Kementerian Agama, pondok pesantren, madrasah, dan berbagai elemen masyarakat, peringatan Hari Santri Nasional 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial, kerukunan, dan kontribusi santri bagi kemajuan Kabupaten Sleman dan Indonesia. (Aji)