
Dalam sambutannya, H. Nadhif menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Wisuda Tahfidz Madrasah Terintegrasi. Ia berharap kehadiran seluruh pihak dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar meraih syafaat Rasulullah saw. melalui kecintaan terhadap Al-Qur’an. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Rektor Universitas Alma Ata Yogyakarta atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Santri menguatkan negeri menuju Indonesia Emas. Dalam mempersiapkan generasi emas tahun 2045, kita harus menyiapkan generasi yang mampu menghadapi berbagai tantangan, salah satunya melalui program Sleman Religi,” ungkap Nadhif.
Ia menjelaskan bahwa implementasi Sleman Religi di madrasah diwujudkan melalui pembentukan generasi yang hafal Al-Qur’an dan mampu mengamalkan ilmunya. Komitmen tersebut juga tercermin dalam upaya madrasah menjadikan hafalan Al-Qur’an sebagai salah satu syarat kelulusan, dengan target minimal menyelesaikan hafalan satu juz. Selain itu, murid diharapkan memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik sebelum menyelesaikan pendidikan di madrasah.
Lebih lanjut, Nadhif menekankan bahwa generasi Z memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan keagamaan di masyarakat. Generasi muda diharapkan tidak hanya memiliki kecakapan dalam menghadapi perkembangan zaman, tetapi juga mampu menjadi penggerak kegiatan keagamaan dan memakmurkan masjid.
Keikutsertaan MIN 1 Sleman dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung penguatan pendidikan Al-Qur’an di madrasah. Melalui program tahfidz yang terintegrasi, madrasah diharapkan mampu melahirkan generasi yang religius, berakhlak mulia, cinta Al-Qur’an, serta siap berkontribusi bagi agama, bangsa, dan negara. (naf/dpj)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.