Kankemenag Sleman News (MTsN 8 Slm) – Program Tahfidz Berkhidmat MTsN 8 Sleman bersama SD Negeri Pelemsari dan SD Negeri Bokoharjo semakin memperkuat langkahnya melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) pada Kamis (22/10/2026). Penandatanganan tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional 2026, sehingga menjadi momentum istimewa untuk meneguhkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an bagi peserta didik. Kerja sama ini sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antarlembaga pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan dan membentuk generasi yang cinta Al-Qur’an.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., bersama Kepala SD Negeri Pelemsari, Yuli Puji Lestari, S.Pd.SD., dan Kepala SD Negeri Bokoharjo, Rini Ambarwati, S.Pd.SD., M.Pd. Kesepakatan ini menjadi landasan pelaksanaan program Tahfidz Berkhidmat yang melibatkan murid-murid kelas tahfidz MTsN 8 Sleman untuk berbagi ilmu dan membimbing peserta didik sekolah dasar dalam kegiatan Baca Tulis Al-Qur’an (BTAQ).

Kepala MTsN 8 Sleman, Agus Sholeh, S.Ag., menyampaikan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan langkah penting untuk memperkuat keberlanjutan program Tahfidz Berkhidmat. Menurutnya, program tahfidz tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian hafalan, tetapi juga harus mendorong murid untuk mengamalkan ilmu dan memberikan manfaat bagi orang lain. “Melalui Tahfidz Berkhidmat, kami ingin menanamkan pemahaman kepada murid bahwa ilmu Al-Qur’an yang dipelajari hendaknya diamalkan dan dibagikan kepada sesama. Kami berharap murid-murid MTsN 8 Sleman tidak hanya semakin baik dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang peduli, bertanggung jawab, serta mampu menjadi teladan bagi adik-adiknya di sekolah dasar,” ungkap Agus Sholeh.

Kepala SD Negeri Pelemsari, Yuli Puji Lestari, S.Pd.SD., menyambut baik kerja sama tersebut sebagai kesempatan untuk memperkuat pendidikan keagamaan bagi peserta didik di sekolahnya. Ia berharap kehadiran murid-murid MTsN 8 Sleman dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memotivasi anak-anak untuk lebih giat membaca dan mempelajari Al-Qur’an. “Kami menyambut baik program Tahfidz Berkhidmat ini karena memberikan dukungan positif bagi pembelajaran BTAQ di sekolah. Semoga melalui pendampingan ini, anak-anak semakin bersemangat belajar Al-Qur’an dan tumbuh dengan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala SD Negeri Bokoharjo, Rini Ambarwati, S.Pd.SD., berharap kerja sama ini dapat menjadi jembatan kolaborasi yang berkelanjutan antara madrasah dan sekolah dasar. Menurutnya, pembelajaran Al-Qur’an akan semakin bermakna apabila dilaksanakan melalui pendampingan yang dekat dengan keseharian peserta didik. “Kami berharap program ini dapat membantu anak-anak meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan kecintaan mereka terhadap kitab suci. Kerja sama ini juga menjadi kesempatan yang baik bagi murid-murid untuk belajar saling berbagi, bekerja sama, dan membangun kebiasaan positif sejak dini,” jelas Rini.

Program Tahfidz Berkhidmat merupakan bentuk pengabdian murid MTsN 8 Sleman kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan keagamaan. Melalui kegiatan ini, murid-murid kelas tahfidz memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan kemampuan dan pengetahuan yang telah dipelajari di madrasah dengan membimbing adik-adik mereka di tingkat sekolah dasar. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembentukan karakter, terutama dalam menumbuhkan kepercayaan diri, keterampilan berkomunikasi, kepedulian sosial, dan tanggung jawab.

Bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, penandatanganan MoU ini menjadi pengingat bahwa semangat mencintai Al-Qur’an perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. MTsN 8 Sleman bersama SD Negeri Pelemsari dan SD Negeri Bokoharjo berkomitmen membangun sinergi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga pada pengamalan nilai-nilai keagamaan. Melalui Tahfidz Berkhidmat, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman hidup serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. (adp/dpj)