Kankemenag Sleman News (MAN 3 Slm) — Prestasi membanggakan kembali diraih MAN 3 Sleman. Mohammad Taufikurohman, S.Ag., M.Pd., guru Al-Qur’an Hadis sekaligus Mudir Pondok Pesantren Muntasyirul Ulum MAN 3 Sleman, berhasil meraih Juara II Lomba Esai Tingkat Nasional Kategori Pendidik yang diselenggarakan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara dalam rangka Hari Santri 2026, Rabu (21/10/2026).
Kepala MAN 3 Sleman, Singgih Sampurno, menyampaikan apresiasi atas prestasi tersebut dengan harapan dapat menginspirasi para guru MAN 3 Sleman.
“Prestasi ini sangat membanggakan bagi keluarga besar MAN 3 Sleman. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa guru madrasah tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga mampu melahirkan gagasan inovatif yang relevan dengan perkembangan zaman. Semoga capaian ini menginspirasi guru-guru lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Mohammad Taufikurohman menyampaikan bahwa gagasannya lahir dari kegelisahan terhadap penggunaan AI dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis.
“AI memberikan kemudahan luar biasa dalam memperoleh informasi. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan kemampuan memverifikasi kebenarannya. Melalui NGAJI ULANG AI, saya ingin menghidupkan tradisi tabayyun agar santri tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga mampu menguji informasi yang dihasilkannya,” jelasnya
Ia berharap gagasan tersebut dapat dikembangkan menjadi praktik pembelajaran yang bermanfaat bagi madrasah dan pesantren.
“Mesin boleh semakin pandai menjawab, tetapi santri harus semakin pandai menguji,” pungkasnya.
Kompetisi yang diikuti 286 peserta tersebut mengantarkan Taufikurohman ke babak grand final. Ia berhasil meraih posisi kedua melalui esai berjudul “Ketika ChatGPT Mengarang Dalil, Siapa yang Berani Membantah? Menghidupkan Tradisi Tabayyun melalui NGAJI ULANG AI.”
Esai tersebut mengangkat tantangan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan Islam, khususnya risiko kesalahan kutipan ayat Al-Qur’an dan hadis. Melalui gagasan NGAJI ULANG AI, Taufikurohman menawarkan lima tahapan pembelajaran untuk melatih peserta didik berpikir kritis, memverifikasi sumber, dan menggunakan AI secara bertanggung jawab.
Prestasi ini semakin meneguhkan komitmen MAN 3 Sleman dalam mengembangkan budaya literasi, inovasi pembelajaran, dan peningkatan kualitas pendidik di era digital. (fiq/dpj)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.