Kankemenag Sleman News (MTsN 7 Slm) – MTsN 7 Sleman menyelenggarakan upacara peringatan Hari Santri Nasional pada Kamis (22/10/2026) di halaman madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh guru, pegawai, dan seluruh murid dengan khidmat untuk menumbuhkan semangat religius, memperkuat rasa cinta tanah air, serta mengenang perjuangan para santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, madrasah berharap nilai-nilai perjuangan santri dapat menjadi inspirasi bagi murid untuk belajar dengan tekun, berakhlak mulia, dan berkontribusi positif bagi bangsa. Kepala MTsN 7 Sleman, Astuti Kusumawati, S.Hum., menyampaikan pentingnya peringatan Hari Santri sebagai momentum membangun karakter generasi muda.
“Peringatan Hari Santri bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan kesempatan bagi kita semua untuk meneladani semangat perjuangan, keikhlasan, dan kecintaan para santri terhadap bangsa. Saya berharap murid MTsN 7 Sleman mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
"Selain mengikuti upacara, murid diajak memaknai Hari Santri sebagai pengingat bahwa ilmu pengetahuan dan akhlak harus berjalan beriringan. Semangat santri diharapkan tumbuh melalui kedisiplinan, tanggung jawab, sikap saling menghormati, serta kesungguhan dalam menuntut ilmu," pesan Astuti.
Salah seorang murid MTsN 7 Sleman menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri memberikan pelajaran penting tentang perjuangan dan kecintaan terhadap bangsa. “Saya merasa bangga dapat mengikuti upacara Hari Santri. Kegiatan ini mengingatkan saya untuk lebih rajin belajar, menjaga akhlak, menghormati guru dan orang tua, serta meneladani semangat para santri dalam meraih cita-cita,” ujar Andi.
Melalui peringatan ini, MTsN 7 Sleman berharap seluruh murid semakin memahami peran santri dalam sejarah bangsa dan mampu meneruskan perjuangan melalui prestasi, kedisiplinan, serta perilaku yang mencerminkan nilai-nilai keislaman. Semangat Hari Santri diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. (bma/dpj)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.