Kemenag Sleman News – Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk membangun harmoni. Semangat inilah yang mewarnai penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Daerah Kabupaten Sleman Tahun 2026 yang berlangsung di The Grace, Pakuwon Mall Lantai 3, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar ajang perlombaan seni suara gerejawi. Pesparawi hadir sebagai ruang ekspresi iman, pembinaan kehidupan keagamaan, sekaligus sarana mempererat persaudaraan dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Sleman.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sleman H. Harda Kiswaya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman H. Nadhif didampingi Kasubbag TU. H. Achmad Fauzi, Pembimas Kristen Kanwil Kemenag DIY Pdt. Paulus Freddy Krissanjaya, Ketua BKSGK Sleman Pdt. Bakhoh Jatmiko, Ketua LPPD Kabupaten Sleman sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sleman Bambang Sigit Leksono, Penasihat Pesparawi Pdt. Simon Supriana, serta sejumlah tokoh agama dan undangan lainnya.

Kehadiran unsur pemerintah daerah, Kementerian Agama, legislatif, tokoh gereja, dan masyarakat tersebut mencerminkan kuatnya semangat sinergi lintas sektoral dalam mendukung pembinaan umat dan menjaga kehidupan masyarakat Sleman yang rukun, damai, dan harmonis.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi serta menyukseskan kegiatan Pesparawi 2026. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada siapa yang meraih juara, tetapi juga mampu menghadirkan nilai-nilai spiritual dan memperkuat kehidupan beragama.

“Harapan kami, Pesparawi tidak berhenti pada persoalan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, melalui kegiatan ini kita bersama-sama mendekatkan umat kepada Tuhan dan semakin menguatkan kecintaan jemaat terhadap ajaran agamanya,” ungkap Nadhif.

Menurutnya, pembinaan umat membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat. Kementerian Agama berkomitmen terus hadir mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat Sleman yang agamis, sekaligus memperkuat harmoni dan kerukunan antarumat beragama.

Jajaran pimpinan lintas sektoral bersama segenap panitia dan pemdeta.jpeg 279.29 KB
Sementara itu, Bupati Sleman H. Harda Kiswaya mengapresiasi penyelenggaraan Pesparawi 2026. Ia berharap kegiatan ini memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kompetisi, terutama dalam menanamkan semangat kebersamaan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

“Dalam sebuah lagu terdapat perbedaan nada, suara, musik, dan irama. Namun, ketika semuanya dipadukan, lahirlah harmoni yang indah dan enak didengar. Begitu pula kehidupan masyarakat Sleman. Perbedaan hendaknya menjadi kekuatan untuk saling melengkapi, menjaga kerukunan, dan bersama-sama membawa Sleman semakin maju,” tutur Harda.

Pesparawi 2026 diikuti 34 peserta solo, empat peserta remaja/pemuda, dan enam kelompok paduan suara campuran. Kegiatan ini turut didukung D’Grace GMS dan City Hall Sleman.

Melalui Pesparawi, Kemenag Sleman terus memperkuat moderasi beragama dan kerukunan umat. Sebab, merawat harmoni dan persaudaraan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. (isa)