Kankemenag Sleman News ( MTsN 2 Slm) --- Semangat berinovasi dan keberanian untuk berkompetisi ditunjukkan oleh peserta didik MTsN 2 Sleman dalam ajang Kompetisi Roket Air Nasional yang diselenggarakan pada Sabtu (31/10/2026) di Puspa Iptek Sundial, Kota Baru Parahyangan, Bandung.

Dalam kompetisi tingkat nasional ini, delegasi MTsN 2 Sleman berkesempatan menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya dalam bidang sains dan teknologi, khususnya pengembangan roket air. Meskipun belum berhasil membawa pulang gelar juara, keikutsertaan dalam kompetisi ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi para peserta.

Kompetisi tersebut menjadi ruang belajar nyata bagi peserta didik untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan, mengasah keterampilan berpikir kritis, memahami prinsip-prinsip sains, serta mengembangkan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah. Bertemu dan berkompetisi dengan peserta dari berbagai daerah juga memberikan wawasan baru sekaligus pengalaman yang tidak diperoleh hanya melalui pembelajaran di dalam kelas.

Guru pendamping sekaligus pembimbing, Sutanto, S. Pd., menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kompetisi ini merupakan bagian dari upaya madrasah untuk memberikan ruang bagi peserta didik dalam mengembangkan potensi di bidang sains dan teknologi.

"Keikutsertaan dalam kompetisi roket air nasional ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi anak-anak. Memang kali ini kami belum berhasil meraih kejuaraan, tetapi ada banyak hal yang bisa dipelajari. Mereka dapat melihat secara langsung kemampuan peserta lain, mengevaluasi hasil karya, serta memahami bahwa sebuah prestasi membutuhkan proses, ketekunan, dan persiapan yang matang. Kami berharap pengalaman ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan mencoba kembali pada kesempatan berikutnya," ungkap Sutanto pada Senin (2/11/2026).

Salah satu peserta, Didit, mengaku senang dan bangga mendapatkan kesempatan mengikuti kompetisi berskala nasional tersebut.

"Awalnya tentu ada rasa gugup karena harus berkompetisi dengan peserta dari berbagai daerah. Namun, pengalaman ini sangat menyenangkan dan membuka wawasan baru bagi saya. Saya jadi tahu bahwa membuat roket air membutuhkan ketelitian, pemahaman, dan kerja sama. Walaupun belum mendapat juara, saya tetap bangga karena sudah berani mencoba dan mendapatkan pengalaman baru," ujar Didit.

Senada dengan Didit, Abi juga mengungkapkan bahwa kompetisi ini memberikan pengalaman yang berkesan. Menurutnya, hasil perlombaan bukan satu-satunya hal yang penting, tetapi proses belajar dan keberanian untuk menghadapi tantangan juga merupakan sebuah pencapaian.

"Rasanya senang bisa mewakili madrasah dalam kompetisi nasional. Banyak pengalaman baru yang saya dapatkan, terutama tentang sains dan teknologi roket air. Dari sini saya belajar bahwa kita tidak boleh mudah menyerah ketika belum berhasil. Justru ini menjadi motivasi bagi saya untuk berlatih lebih giat dan mencoba lagi agar ke depan bisa meraih hasil yang lebih baik," tutur Abi.

Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala MTsN 2 Sleman, Dra. Hj. Titik Susilawati, M. Pd. Beliau menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada peserta didik serta guru pembimbing yang telah berusaha membawa nama baik madrasah dalam ajang kompetisi nasional tersebut.

"Madrasah sangat mengapresiasi keberanian dan semangat anak-anak yang telah mengikuti kompetisi roket air tingkat nasional. Meraih juara memang membanggakan, tetapi keberanian untuk mencoba, kemauan untuk belajar, dan pengalaman berkompetisi juga merupakan prestasi tersendiri. Jangan berkecil hati karena belum mendapatkan juara. Jadikan pengalaman ini sebagai bekal untuk terus berkembang, berinovasi, dan meraih prestasi pada kesempatan berikutnya," pesannya.

Keikutsertaan MTsN 2 Sleman dalam Kompetisi Roket Air Nasional ini menjadi bukti komitmen madrasah dalam mendukung pengembangan potensi peserta didik, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam sains, teknologi, dan inovasi.

Sebab, kemenangan sejati tidak selalu diukur dari piala yang dibawa pulang, tetapi juga dari ilmu yang diperoleh, keberanian menghadapi tantangan, dan semangat untuk terus mencoba. Dari Bandung, peserta didik MTsN 2 Sleman membawa pulang pengalaman, inspirasi, dan tekad untuk menjadi lebih baik. (dwk/dpj)