Kankemenag Sleman News (MAN 3 Slm) — Tiga Sahabat Mayoga (TISMA) MAN 3 Sleman mengawali langkahnya dalam membangun lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan bebas bullying melalui pertemuan perdana anggota pada Kamis (8/10/2026), di ruang PSBB MAN 3 Sleman. Kegiatan  ini menjadi langkah awal untuk mempersiapkan kehadiran TISMA di setiap kelas.

Pertemuan perdana ini dipandu oleh Reny Puspitawati, S.Pd., selaku Pembimbing PIK-R Mayoga. Anggota TISMA mendapatkan pengenalan mengenai pengertian, tujuan pembentukan, peran, serta berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan. Melalui pertemuan ini, anggota mulai memahami pentingnya keberadaan TISMA sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pertemanan yang lebih peduli dan saling mendukung.

“TISMA merupakan program yang melibatkan Konselor Sebaya dan Kader Madrasah Aman. Kehadirannya di setiap kelas diharapkan dapat membantu membangun suasana pertemanan yang positif, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta mendorong terciptanya lingkungan yang aman dari berbagai bentuk kekerasan dan bullying,” terang Reny.

Salah satu peran penting TISMA adalah menjadi sahabat yang bersedia mendengarkan cerita teman. Anggota diharapkan lebih peka terhadap kondisi teman di sekitarnya, terutama ketika ada yang mengalami kesulitan, merasa kesepian, atau menghadapi masalah pertemanan. Dengan demikian, setiap siswa diharapkan memiliki ruang yang lebih aman untuk bercerita dan memperoleh dukungan.

antusiasme peserta TISMA
Untuk memperkuat pemahaman tersebut, kegiatan juga diisi dengan role playing atau bermain peran. Melalui simulasi situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, anggota berlatih menjadi pendengar yang baik, memberikan respons yang tepat, serta menyikapi persoalan pertemanan dan bullying. Latihan ini menjadi bekal awal bagi anggota sebelum menjalankan perannya di kelas masing-masing.

Pertemuan perdana ini bukan sekadar pengenalan program, melainkan awal dari proses membangun TISMA sebagai sahabat bagi seluruh siswa Mayoga. Ke depan, anggota diharapkan dapat menjalankan perannya dengan penuh kepedulian, menjaga kepercayaan teman, serta memahami kapan perlu melibatkan guru atau pihak yang berwenang ketika menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Melalui langkah awal ini, TISMA diharapkan dapat hadir di setiap kelas sebagai bagian dari gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan bebas bullying. Dengan semangat saling mendengarkan, peduli terhadap sesama, dan berani mengambil langkah yang tepat, TISMA ingin memastikan bahwa tidak ada siswa yang merasa sendirian atau dikucilkan di lingkungan pertemanannya. (she/dpj)