Kemenag Sleman News — Dengan semangat “Bersinergi Melindungi, Bersama Memulihkan”, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman memperkuat koordinasi lintas sektoral dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait Pondok Pesantren As Sholihah. Koordinasi ini menjadi langkah bersama untuk menyamakan persepsi, memperjelas peran setiap instansi, serta mengoptimalkan dukungan dan pendampingan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Kegiatan berlangsung di Smart Room Kantor Kemenag Sleman, Kamis (15/10/2026).
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sleman, Nadhif, menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi yang berpartisipasi. Ia menegaskan pentingnya komunikasi dan kerja sama yang berkesinambungan agar setiap langkah dilaksanakan secara terarah dengan mengedepankan kepedulian, nilai kemanusiaan, dan pelayanan yang humanis.
“Pertemuan ini menjadi ruang untuk menyamakan persepsi dan memperkuat langkah bersama. Harapannya, setiap pihak dapat menjalankan perannya secara optimal sehingga dukungan dan pendampingan dapat diberikan sesuai kebutuhan,” ungkap Nadhif.
Ia juga menekankan pentingnya dokumentasi perkembangan secara utuh dan runtut untuk mendukung koordinasi berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten hingga Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY dan tingkat pusat sesuai mekanisme yang berlaku.
Rapat koordinasi ini diikuti unsur internal Kemenag Sleman, meliputi Kepala Kantor, Kasubbag Tata Usaha, Plt. Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, unsur Pendidikan Agama Islam (PAIS), serta Kepala KUA Mlati. Turut hadir perwakilan DP3AP2KB Kabupaten Sleman, UPTD PPA Kabupaten Sleman, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), serta Dinas Sosial Kabupaten Sleman.
Melalui koordinasi ini, Kemenag Sleman terus mendorong kolaborasi antarlembaga untuk menghadirkan dukungan dan pendampingan yang terarah, berkelanjutan, serta mengedepankan kepedulian dan penghormatan terhadap martabat manusia.
Bersinergi melindungi, bersama memulihkan. Kolaborasi yang terarah menjadi langkah bersama untuk menghadirkan layanan yang humanis dan berkelanjutan. (isa/de)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.