Kankemenag Sleman News (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman menggelar rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 melalui kegiatan Reresik Pondok Pesantren di PP. Al-Fithroh Wahid Hasyim Nologaten dan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di Pondok Pesantren Al Ikhlas, Jogotirto, Berbah, Sleman, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian terhadap kebersihan lingkungan pesantren, penguatan karakter generasi muda, serta penanaman nilai-nilai kerukunan dan ketahanan keluarga.

Kegiatan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., Pimpinan Pondok Pesantren Al Ikhlas, KH. Abdullah Khadziq Fauzan, serta didampingi Plt.Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD. Pontren) H.Achmad Fauzi,S.Ag.,M.s.I dan Kepala KUA Berbah.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Ikhlas, KH. Abdullah Khadziq Fauzan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kankemenag Sleman atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bentuk perhatian terhadap pesantren sekaligus sarana untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada para santri.

Ia juga menekankan pentingnya memaknai keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari.

“Keikhlasan merupakan nilai penting yang perlu terus ditanamkan dalam diri setiap santri. Dengan ikhlas, kita dapat menjalankan setiap amanah dan kebaikan dengan penuh tanggung jawab, tanpa mengharapkan imbalan. Semoga kegiatan ini semakin memotivasi para santri untuk terus berbuat baik dan memberikan manfaat bagi sesama,” ungkap KH. Abdullah Khadziq Fauzan.

Kegiatan BRUS pada MTs dan MA Al-Ikhlas Berbah
Sementara itu, Kepala Kankemenag Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., menegaskan bahwa menjaga kerukunan umat beragama merupakan tanggung jawab bersama. Kerukunan perlu diwujudkan melalui upaya membangun harmoni, menghargai keragaman, dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.

“Menjaga kerukunan umat beragama bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan tugas kita bersama. Perbedaan yang ada hendaknya menjadi kekuatan untuk membangun harmoni, saling menghargai, dan mempererat kebersamaan. Dengan semangat tersebut, kita dapat menjaga persatuan dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara,” tutur Nadhif.

Dalam kesempatan tersebut, Nadhif juga menyoroti pentingnya penguatan ketahanan keluarga sebagai salah satu perhatian Kementerian Agama. Ia menyampaikan bahwa edukasi kepada generasi muda perlu diberikan sejak dini agar mereka memiliki bekal pengetahuan, kesiapan mental, dan tanggung jawab dalam membangun kehidupan berkeluarga pada masa mendatang.

“Melalui program Bimbingan Remaja Usia Sekolah, kita ingin memberikan edukasi kepada para remaja agar memiliki pemahaman yang baik tentang kehidupan, tanggung jawab, serta kesiapan membangun keluarga. Harapannya, kelak para santri mampu menjadi suami dan istri yang membangun keluarga sakinah, sehingga BRUS dapat menjadi salah satu upaya preventif untuk menekan angka perceraian,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak para santri untuk meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan. Santri diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam tindakan nyata, termasuk menjaga kelestarian lingkungan dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Santri harus memiliki kepedulian yang tinggi, baik terhadap persoalan sosial, lingkungan, maupun kehidupan beragama. Nilai-nilai keagamaan hendaknya tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk dalam menjaga alam dan memperkuat kehidupan bersama. Hal ini sejalan dengan tema Hari Santri, ‘Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas’,” tambah Nadhif.

Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada reresik lingkungan pesantren dan pelaksanaan BRUS. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian alam, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon oleh Kepala Kankemenag Sleman bersama Pimpinan Pondok Pesantren Al Ikhlas, didampingi Kasi PD. Pontren dan Kepala KUA Berbah.

Penanaman bibit pohon menjaga kelestarian alam

Penanaman pohon tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam merawat lingkungan sekaligus menanamkan kesadaran ekologis kepada para santri. Melalui kegiatan ini, santri diharapkan semakin memahami bahwa menjaga kebersihan, merawat alam, memperkuat kerukunan, dan membangun keluarga yang harmonis merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan. 

Sebelumnya Jajaran Pengurus Dharma Wanita (DWP) Kankemenag Sleman juga melakukan  aksi kepedulian sosial berupa pendistribusian air bersih pada tiga titik lokasi yang membutuhkan di wilayah Kapanewon Tempel, Moyudan  dan Kapanewon Turi dengan berkerjasama dengan BPBD Sleman. 

Melalui rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 ini, Kankemenag Kabupaten Sleman berharap santri semakin berperan aktif sebagai generasi yang berakhlak mulia, memiliki kepedulian sosial dan lingkungan, serta mampu berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang rukun, keluarga yang tangguh, dan Indonesia yang lebih baik. (dpj)