
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus menguatkan komitmen madrasah dalam membina generasi penghafal Al-Qur’an. Pembacaan secara bil ghaib, yaitu tanpa melihat mushaf, menjadi kesempatan bagi para peserta wisuda tahfidz untuk menunjukkan hafalan yang telah dipersiapkan.
Kepala MIN 1 Sleman, Ummu Aiman, M.Pd.I., mengungkapkan bahwa kegiatan sima’an dan khotmil Quran merupakan pengalaman berharga bagi murid untuk semakin mencintai dan menjaga hafalan Al-Qur’an.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak semakin bersemangat menjaga hafalan, memperbaiki kualitas bacaan, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dukungan guru dan orang tua juga sangat penting untuk mendampingi anak-anak dalam proses menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an,” ungkapnya.

Partisipasi peserta wisuda tahfidz MIN 1 Sleman dalam kegiatan ini sejalan dengan komitmen madrasah sebagai madrasah tahfidz yang mengedepankan pembentukan generasi religius, berakhlak mulia, dan berprestasi. Momentum Hari Santri Nasional 2026 diharapkan semakin menguatkan kecintaan murid terhadap Al-Qur’an, tidak hanya melalui hafalan, tetapi juga melalui pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. (naf/dpj)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.