Kemenag Sleman News — Kemenag Sleman menegaskan komitmennya membangun madrasah yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membentuk generasi yang mencintai dan menjaga lingkungan. Melalui Sosialisasi Adiwiyata menuju Sekolah Adiwiyata Level 1, Kemenag Sleman mendorong kepedulian lingkungan menjadi budaya nyata dalam pendidikan madrasah. Kegiatan bertema “Mendukung Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS)” ini berlangsung di Aula Lantai 3 Kankemenag Kabupaten Sleman, Selasa (27/10/2026).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Nadhif, menegaskan bahwa Adiwiyata merupakan salah satu langkah menerjemahkan Asta Protas Menteri Agama ke dalam praktik pendidikan. Gerakan ini sejalan dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), yang menanamkan kasih sayang dan kepedulian dalam hubungan manusia dengan sesama, alam, dan Allah SWT.

Menurut Nadhif, pendidikan lingkungan merupakan bagian penting dari pembentukan karakter peserta didik. Madrasah perlu menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga alam bukan sekadar rutinitas kebersihan, melainkan tanggung jawab bersama demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.

Kemenag Sleman mendorong penerapan GPBLHS melalui kebiasaan nyata di madrasah, seperti mengelola sampah, merawat tanaman, menjaga kebersihan, serta menghemat air dan energi. Dengan keterlibatan seluruh warga madrasah, nilai kepedulian lingkungan diharapkan tumbuh menjadi perilaku sehari-hari, bukan sekadar program untuk meraih predikat Adiwiyata.

Sosialisasi ini dihadiri jajaran pimpinan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, kepala MI dan MTs negeri maupun swasta se-Kabupaten Sleman, serta pengawas pendamping madrasah.

Melalui gerakan ini, Kemenag Sleman ingin memastikan pendidikan karakter berjalan seiring dengan kepedulian ekologis. Madrasah diharapkan menjadi teladan dalam menjaga lingkungan sekaligus melahirkan generasi berilmu, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab terhadap alam.(isa/de)