Kankemenag Sleman News (MAN 3 Slm) — MAN 3 Sleman menyelenggarakan kegiatan temu wicara yang diperuntukkan bagi guru dan tenaga kependidikan (tendik) pada Jumat (30/10/2026). Bertempat di ruang AVA, acara ini menghadirkan Komisioner KPAID Kota Yogyakarta, Yus Mashfiyah, S.Ag., M.Pd., sebagai narasumber utama. 

Kegiatan ini mengusung tema “Refleksi dan Tindak Lanjut Data Rapor Pendidikan MAN 3 Sleman”. Dalam pemaparannya, Yus Mashfiyah menyampaikan pentingnya merefleksikan aspek keamanan dan kenyamanan peserta didik di madrasah.

“Data bukan hanya untuk mengetahui kondisi madrasah, melainkan juga untuk memahami pengalaman murid dan menentukan perubahan yang perlu kita lakukan,” terang Mashifiyah.

Selain itu, narasumber juga memaparkan beberapa tujuan refleksi bersama, di antaranya: memahami arah budaya sekolah aman dan nyaman berdasarkan Permendikdasmen No. 6 Tahun 2026. Merefleksikan akar masalah dengan cara mengidentifikasi faktor yang mungkin menjadi akar persoalan dan memengaruhi kekerasan serta rasa aman murid. 

Selanjutnya, menilai indikator rapor pendidikan tanpa menyamakan skor dengan jumlah korban. Terakhir, menyusun tindakan, penanggung jawab, indikator evaluasi, serta langkah pembenahan yang dapat dilaksanakan oleh sekolah.

sesi foto bersama peserta dan narasumber temu wicara
Acara temu wicara berlangsung interaktif dan menarik perhatian audiens. Para guru dan tendik nampak sangat antusias mengikuti pemaparan materi serta aktif melontarkan pertanyaan saat sesi diskusi dibuka.

Failasufah, selaku guru Bimbingan Konseling (BK) MAN 3 Sleman, mengungkapkan kesan positifnya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, kehadiran acara tersebut sangat membantu dan menambah wawasan tentang bagaimana seharusnya merespon permasalahan yang muncul, khususnya pada siswa. Hal senada juga disampaikan oleh Wahidatul Mukarromah, Kepala asrama PPMU, yang merasa kegiatan ini sangat dibutuhkan sebagai sarana refleksi dalam mengelola para santri sehari-hari.

Melalui kegiatan temu wicara ini, MAN 3 Sleman berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi antara guru, tenaga kependidikan, serta pengelola asrama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, aman, serta nyaman bagi seluruh peserta didik. (est/dpj)