KanKemenag Sleman News (MTsN 6 Slm) - Murid kelas VIII MTs Negeri 6 Sleman melaksanakan kunjungan edukatif ke Desa Adat Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, Selasa (3/11/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari kegiatan studi budaya untuk mengenalkan murid pada salah satu desa adat yang dikenal secara internasional karena kebersihan, kerapian lingkungan, serta keberhasilannya dalam melestarikan tradisi dan budaya masyarakat. Desa Penglipuran merupakan salah satu desa adat di Bali yang dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia. Bahkan, pada tahun 2023, Desa Penglipuran masuk dalam daftar tiga desa terbersih di dunia versi Green Destinations. Prestasi tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan masyarakat setempat dalam membangun budaya hidup bersih, menjaga kelestarian lingkungan, dan mempertahankan warisan budaya leluhur.
Keistimewaan Desa Penglipuran terlihat dari tata ruang permukiman yang teratur, jalan desa yang bersih dan tertata, lingkungan yang asri, serta keseragaman arsitektur bangunan tradisional yang masih dipertahankan. Kehidupan masyarakatnya juga mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan, kedisiplinan, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui kunjungan ini, murid tidak hanya diajak menikmati keindahan desa, tetapi juga belajar secara langsung mengenai pentingnya menjaga kebersihan, ketertiban, kedisiplinan, gotong royong, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Desa Penglipuran memberikan contoh nyata bahwa lingkungan yang bersih, indah, dan nyaman tidak tercipta dengan sendirinya. Semua itu merupakan hasil dari kesadaran bersama, kebiasaan positif, kepatuhan terhadap aturan, serta keterlibatan seluruh warga dalam menjaga lingkungan tempat tinggalnya.
Nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah. Murid diharapkan dapat mengambil inspirasi dari masyarakat Penglipuran untuk membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kelas, merawat fasilitas madrasah, menata lingkungan, serta membangun budaya disiplin dan tanggung jawab bersama.
Kepala MTs Negeri 6 Sleman, Siti Juwariyah, S. Pd., M. Si., M. S. I., menyampaikan bahwa kunjungan edukatif seperti ini memiliki manfaat besar dalam membentuk karakter murid. Menurutnya, pembelajaran tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas, tetapi juga dapat dilakukan dengan mengamati dan mengambil pelajaran dari kehidupan masyarakat.
"Desa Penglipuran memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi anak-anak kita. Kita bisa melihat bagaimana sebuah masyarakat memiliki kesadaran dan komitmen yang kuat untuk menjaga kebersihan, kerapian, serta melestarikan budaya leluhur hingga mendapatkan pengakuan di tingkat dunia. Saya berharap setelah kunjungan ini, murid-murid MTs Negeri 6 Sleman dapat meneladani kebiasaan positif masyarakat Penglipuran dan menerapkannya di lingkungan madrasah maupun di rumah," tuturnya.
Lebih lanjut, Kepala Madrasah berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan merupakan bagian dari karakter seorang muslim. Kebersihan bukan sekadar kegiatan membersihkan lingkungan, tetapi harus menjadi budaya dan kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga selaras dengan ajaran Islam yang mengajarkan pentingnya kebersihan sebagai bagian dari keimanan.
Kunjungan ke Desa Adat Penglipuran juga menjadi sarana pembelajaran tentang pentingnya menghargai budaya lokal, menjaga warisan leluhur, serta memahami bahwa setiap masyarakat memiliki kearifan lokal yang patut dipelajari dan diapresiasi.
Melalui kegiatan ini, MTs Negeri 6 Sleman berharap para murid dapat membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman wisata, yakni inspirasi, pengetahuan, dan semangat untuk membangun budaya madrasah yang bersih, rapi, tertib, asri, dan nyaman. (mnk/dpj)
Belajar Budaya Desa Hidup Terbersih di Dunia, Murid MTs Negeri 6 Sleman Kunjungi Desa Adat Penglipuran Bali
Ruang
diskusi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.