Kakankemenag Sleman Apresiasi Mayoga Edufair #8 MAN 3 Sleman dalam Meneguhkan Kurikulum Berbasis Cinta dan Arah Masa Depan Siswa

Kemenag Sleman News — Komitmen madrasah dalam menyiapkan generasi emas yang unggul, berkarakter, dan memiliki arah masa depan yang jelas kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan Mayoga Edufair #8 Tahun 2026 di MAN 3 Sleman, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Ketua Komite MAN 3 Sleman, Pengawas Satuan Pendidikan, Kepala MTsN 6 Sleman, Kepala MIN 1 Sleman, Kepala SMA Budi Utama, para Guru Bimbingan Konseling (BK) MAN se-DIY, Guru BK dari MAN Bantul, Yogyakarta, dan Gunungkidul, serta perwakilan humas dan admisi perguruan tinggi.
Mayoga Edufair menjadi ruang edukatif bagi siswa untuk mengenali potensi diri sekaligus merancang pilihan program studi dan perguruan tinggi yang selaras dengan bakat, minat, serta cita-cita mereka. Kegiatan ini merupakan implementasi nyata Kurikulum Berbasis Cinta (KBC/KPT), dengan menitikberatkan pada panca cinta, khususnya cinta diri, cinta sesama, dan cinta lingkungan.
Diikuti oleh lebih dari 1.200 peserta, Mayoga Edufair Silver #8 melibatkan seluruh siswa kelas X, XI, dan XII MAN 3 Sleman, serta siswa undangan dari berbagai madrasah di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ketua Panitia kegiatan menyampaikan bahwa Mayoga Edufair dirancang tidak hanya untuk siswa, tetapi juga memberi manfaat bagi orang tua dalam mendampingi anak menentukan masa depan pendidikan.
“Melalui Mayoga Edufair Silver #8 Tahun 2026 ini, kami ingin memberikan pemahaman yang komprehensif kepada siswa dan orang tua agar mampu memilih program studi dan perguruan tinggi secara tepat, sesuai bakat dan minat, sehingga kelak lahir generasi emas yang unggul dan berkualitas,” ungkap perwakilan panitia MAN 3 Sleman.
Mengusung tema “Jelajahi Masa Depanmu, Pilihlah Jalanmu”, rangkaian kegiatan berlangsung sejak 5 hingga 15 Januari 2026. Agenda meliputi presentasi perguruan tinggi pada 8 Januari 2026 serta gelar karya siswa dan pameran perguruan tinggi pada 15 Januari 2026. Sebanyak 33 perguruan tinggi negeri dan swasta, baik dalam maupun luar negeri, turut berpartisipasi, di antaranya UGM, UNY, UIN Sunan Kalijaga, UPN Veteran Yogyakarta, UII, UAD, UT, AMIKOM, hingga berbagai politeknik dan sekolah tinggi kesehatan.
Membuka kegiatan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, menyampaikan apresiasi tinggi kepada MAN 3 Sleman atas konsistensi menghadirkan ruang edukatif yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
“Mayoga Edufair ini sangat penting karena memberi ruang bagi anak-anak kita untuk keluar dari kegelisahan dan kebingungan dalam menentukan masa depan. Memilih perguruan tinggi harus selaras dengan bakat dan minat, bukan karena paksaan,” tegas H. Nadhif.

Ia menambahkan bahwa pendidikan tidak berhenti di bangku Madrasah Aliyah. Semangat long life education perlu terus ditanamkan agar siswa memiliki kesadaran untuk terus belajar dan berkembang.
“Setiap anak memiliki jalan masing-masing. Tugas kita adalah memastikan mereka bisa berkarya sesuai potensi yang Allah anugerahkan. Madrasah dan guru memiliki tanggung jawab moral untuk mengarahkan, bukan memaksakan,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Nadhif juga menekankan pentingnya menjaga marwah dan citra positif madrasah serta Kementerian Agama di tengah masyarakat.
“Ke mana pun kalian melangkah nanti, bawalah nama baik madrasah dan Kementerian Agama. Citra positif ini adalah amanah yang harus dijaga bersama,” pesannya.
Melalui Mayoga Edufair #8, MAN 3 Sleman tidak hanya menghadirkan informasi pendidikan tinggi, tetapi juga meneguhkan peran madrasah sebagai ekosistem pendidikan yang humanis, visioner, dan berpihak pada masa depan peserta didik. (isa)
