Kemenag Sleman News— Senin pagi bukan sekadar rutinitas apel. Ia menjadi momentum untuk kembali menyatukan langkah, meneguhkan semangat pengabdian, sekaligus memberi apresiasi kepada mereka yang terus menghadirkan karya dan inovasi di lingkungan pendidikan. Semangat itulah yang mewarnai Apel Pagi ASN Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Senin (28/9/2026).

Apel yang berlangsung di halaman Kantor Kemenag Sleman tersebut diisi dengan penyerahan sertifikat penghargaan Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan kepada para penerima apresiasi. Apel dipimpin petugas dari Seksi Bimas Islam dengan Kepala Seksi Bimas Islam, Sangaji, bertindak sebagai pembina.

Dalam amanatnya, Sangaji menegaskan bahwa penghargaan bukan semata tentang selembar sertifikat yang selesai setelah dicetak. Lebih dari itu, penghargaan harus menjadi pengakuan atas karya sekaligus dorongan agar terus memberi manfaat.

“Sertifikat bukan selembar kertas yang gampang dibuat, tinggal cetak selesai. Sertifikat yang didapat harus berguna dan berdampak,” ujar Sangaji.

Menurutnya, apresiasi seharusnya menjadi energi untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pengabdian. Guru dan tenaga kependidikan tidak cukup hanya menjalankan tugas, tetapi juga diharapkan mampu menghadirkan inovasi, inspirasi, dedikasi, serta kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan.

Sebanyak 18 guru dan tenaga kependidikan menerima penghargaan dalam sejumlah kategori. Untuk kategori Guru Inspiratif, penghargaan diberikan kepada Nurjanah, S.Pd.I. dari RA Masyithoh Karangnongko untuk jenjang RA, Yeti Islamawati, S.S. dari MTsN 6 Sleman untuk jenjang MTs, serta Mohammad Taufikurohman, S.Ag., M.Pd. dari MAN 3 Sleman untuk jenjang MA.

Pada kategori Guru Inovatif, penghargaan diterima Vera Oktafia, S.Pd. dari RA Ar Rafif, Hilmy Pramusinta, S.Pd. dari MIN 1 Sleman, Sutanto, S.Pd.Si. dari MTsN 2 Sleman, serta Erani Saraswati, S.Pd. dari MAN 2 Sleman.

Sementara kategori Guru Dedikatif diberikan kepada Retno Kurniawati, S.Pd.I. dari RA Ar Rafif, Marwanti, S.Pd.I. dari MIN 1 Sleman, Dra. Ami Solichati dari MTsN 9 Sleman, serta Ana Eka Suryati, S.Pd. dari MAN 2 Sleman.

Untuk kategori Guru Lintas Iman, penghargaan diberikan kepada Rustiyadi, M.A. dari MA Sunan Pandanaran dan Muhamad Fatoni, S.Sn. dari MTs Miftahunnajah.

Adapun penghargaan bagi Tenaga Kependidikan diberikan kepada Eni Parwati, S.Psi. dari MI Ma’arif Pangukan sebagai Kamad Dedikatif; Andri Prayitno, S.Fil., M.Phil., M.Pd. dari MTs Muna Falih, Tri Wahyuni, S.Pd. dari Kankemenag Kabupaten Sleman, serta Dwirini Cahyowati, S.E., S.Pd. dari MIS An Nuur dalam kategori Kamad & Tendik Lintas Iman. Sementara kategori Tenaga Kependidikan Inovatif diberikan kepada Chichilia Ika Permata, SIP dari MAN 2 Sleman.

Penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya apresiasi di lingkungan Kemenag Sleman. Prestasi tidak berhenti pada seremoni, tetapi diharapkan terus berlanjut menjadi praktik baik yang memberi manfaat bagi peserta didik, satuan pendidikan, dan masyarakat.

Sebab, pada akhirnya, penghargaan bukan tentang seberapa bagus sertifikat disimpan, melainkan seberapa besar karya yang lahir setelah penghargaan itu diberikan.(isa/de)