Kemenag Sleman News— Smart Room Kankemenag Sleman menjadi ruang berbagi praktik baik penguatan pendidikan agama. Kementerian Agama Kabupaten Sleman memaparkan sejumlah program unggulan, mulai dari Sleman Religi, Tahfidzul Qur’an, sukses TBQ, Pesantren Mengabdi, hingga Gen Z Makmurkan Masjid kepada Komisi II DPRD Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, Jumat (25/9/2026).
Rombongan dipimpin Ketua Komisi II Mukhsin Haita, didampingi Wakil Ketua Komisi II Teddy Suryana serta anggota Budi Lesmana, Hendra Royadi, Aserani, dan Anthonny. Kunjungan ini menjadi bagian dari koordinasi dan sharing terkait pengawasan anggaran dan capaian APBD, sekaligus menggali program pembinaan madrasah swasta dan pesantren di Kemenag Sleman. Hadir pula Kasubbag Tata Usaha, Plt. Kasi PD Pontren, Pokjawas Madrasah dan PAI, serta jajaran staf.
Kepala Kankemenag Sleman Nadhif menegaskan, Kemenag mengambil peran strategis sebagai penggerak ekosistem pendidikan agama melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, penyuluh agama, guru PAI, madrasah, pesantren, dan masyarakat. Semangat ini sejalan dengan mandat Sleman Sembada, khususnya Sembada Agamis, yang diwujudkan melalui gerakan Sleman Religi.
“Pendidikan agama tidak bisa dikerjakan satu institusi. Kemenag berperan menginisiasi, menguatkan, dan membangun jejaring bersama pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Nadhif.
Di madrasah, penguatan karakter dan kecintaan terhadap Al-Qur’an dilakukan melalui Tahfidzul Qur’an. Bersama Dinas Pendidikan, Kemenag Sleman juga mengembangkan sukses TBQ (Tuntas Baca Al-Qur’an) bagi siswa SD dengan melibatkan penyuluh agama dan guru PAI. Sementara di pesantren hadir Pesantren Mengabdi, dan di bidang Bimas Islam dikembangkan Gen Z Makmurkan Masjid sebagai ruang partisipasi generasi muda dalam kehidupan keagamaan.
Wakil Ketua Komisi II Teddy Suryana menyampaikan, paparan Kemenag Sleman memberikan banyak inspirasi dan dapat menjadi bahan tindak lanjut sesuai kebutuhan Hulu Sungai Utara. Ia menyebut dukungan di daerahnya antara lain insentif guru TPQ, sementara bantuan infrastruktur madrasah swasta diupayakan melalui Pokir DPRD.
Apresiasi juga disampaikan Budi Lesmana terhadap pola kemitraan Kemenag Sleman. Menurutnya, kolaborasi Kemenag dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam mendukung pendidikan agama dan pembinaan pesantren.
Pertemuan tersebut menegaskan satu hal Kemenag Sleman tidak hanya menjalankan program, tetapi hadir sebagai penggerak kolaborasi agar pendidikan agama semakin nyata, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat. (isa/de)
Jozzz
Balas komentar