Kemenag Sleman News — Persiapan Hari Santri 2026 di Kabupaten Sleman mulai mengerucut. Kementerian Agama bersama Pemerintah Kabupaten Sleman sepakat memperkuat kolaborasi, mendorong kemandirian 33 pesantren melalui program Santri Preneur, serta menyiapkan rangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat. Tak hanya upacara dan karnaval, peringatan tahun ini juga diarahkan menjadi ruang apresiasi, kreativitas, dan penguatan peran pesantren. Kesepakatan tersebut mengemuka dalam rapat persiapan Hari Santri di Ruang Rapat Kesra, Selasa (6/10/2026).
Rapat dihadiri Kepala Kantor Kemenag Sleman, Plt Asisten I Bupati Sleman, Ketua Baznas, Kabag Kesra beserta jajaran, serta Plt Kasi Pendidikan Pondok Pesantren bersama jajarannya.
Kepala Kantor Kemenag Sleman menyampaikan, rapat diharapkan menghasilkan langkah konkret sehingga peringatan Hari Santri benar-benar memberi manfaat dan menjadi bentuk apresiasi Kabupaten Sleman terhadap santri dan pesantren. Program Santri Preneur bagi 33 pesantren menjadi salah satu ikhtiar untuk mendorong pesantren semakin mandiri, khususnya dalam penguatan ekonomi.
Selain itu, karnaval Hari Santri akan menjadi ruang bagi pesantren untuk menampilkan kreativitas dan potensi para santri. Sejumlah kegiatan pendukung juga telah disiapkan, di antaranya Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) pada 6–7 Oktober, Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bertema Dari Santri Menjadi Istri, serta Reresik Pesantren bersama tokoh agama untuk memperkuat harmoni dan kerukunan di tengah masyarakat. Rangkaian kegiatan akan dilengkapi dengan upacara Hari Santri.
Sementara itu, Plt Asisten I Bupati Sleman mendorong keterlibatan pihak swasta untuk mendukung rangkaian kegiatan Hari Santri. Pemkab Sleman juga mendukung rencana penerbitan edaran sehari berbusana santri sebagai ajakan kepada masyarakat untuk turut menyemarakkan Hari Santri.
Melalui sinergi Kemenag, Pemkab Sleman, Baznas, dan berbagai pihak, Hari Santri 2026 diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan acara. Momentum ini menjadi kesempatan untuk mengapresiasi kontribusi santri, memperkuat kemandirian pesantren, serta meneguhkan semangat kebersamaan dalam membangun Sleman yang religius, rukun, dan berdaya. (isa/de)
Keren
Balas komentar