Kemenag Sleman News – Sebanyak 205 santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Kabupaten Sleman mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VII Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2026 di Kalurahan Pandowoharjo dan SD Negeri Pandowoharjo, Sabtu (17/10/2026).
Mengusung tema “Jayakan Negeri dengan Budi Pekerti dan Diniyah yang Berprestasi”, kegiatan ini menjadi ajang bagi para santri untuk mengembangkan bakat, mengasah kemampuan, sekaligus belajar tentang sportivitas dan arti sebuah prestasi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, berpesan agar para santri tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadikan perlombaan sebagai kesempatan untuk belajar dan membangun karakter.
“Kewajiban kita yang pertama adalah belajar, sinau. Kalau menjadi juara itu bonus. Anak-anak yang mendapatkan juara tidak boleh sombong, sedangkan yang belum juara tidak boleh berkecil hati,” pesannya.
Menurut Nadhif, semangat belajar harus terus tumbuh kapan pun dan di mana pun. Prestasi merupakan buah dari kesungguhan dan ketekunan dalam mengembangkan kemampuan diri. Karena itu, menang atau kalah bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses belajar untuk menjadi lebih baik.
Ia juga mengingatkan bahwa para santri merupakan calon pemimpin masa depan yang perlu mempersiapkan diri sejak dini. Ada dua bekal penting yang harus dimiliki, yakni ilmu pengetahuan yang diperoleh melalui belajar serta kondisi fisik yang sehat dan kuat.
Mengambil pelajaran dari kisah Raja Talut dalam Al-Qur’an, Nadhif menjelaskan bahwa keluasan ilmu dan kekuatan fisik menjadi bekal penting dalam kepemimpinan. Menurutnya, PORSADIN menjadi salah satu sarana untuk membangun kebugaran, melatih kedisiplinan, serta menumbuhkan mental tangguh dan percaya diri pada diri santri.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap anak-anak kelak tumbuh menjadi pemimpin yang berilmu, sehat, tangguh, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Nadhif juga mendoakan agar seluruh peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, dan membawa nama baik madrasah masing-masing. Ia berharap para santri mampu melangkah ke tingkat kompetisi berikutnya hingga mengharumkan nama Daerah Istimewa Yogyakarta, dari Sleman untuk Indonesia.
Sementara itu, Ketua DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Sleman, Mardiansyah, turut menyampaikan sambutan. Laporan penyelenggaraan disampaikan Muhammad Syafa. Kegiatan ini melibatkan santri perwakilan MDT, pimpinan lembaga, pelatih, ofisial, wali santri, panitia, pengurus FKDT, serta mitra terkait.
PORSADIN VII tidak sekadar menjadi ajang kompetisi olahraga dan seni, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi dan persatuan antarmadrasah diniyah. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran FKDT dalam mendukung pembinaan dan pengembangan potensi santri sejak dini.
Melalui PORSADIN, madrasah diniyah diharapkan terus melahirkan generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki daya saing. Selaras dengan tema yang diusung, santri diharapkan mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa dengan bekal ilmu, budi pekerti, dan semangat pantang menyerah. (isa)
Porsadin mjd media santri Madin utk tumbuh sportifitas, cerdas dan kompetitif. Bravo porsadin
Balas komentar