Kemenag Sleman News — MIN 1 Sleman, MTsN 6 Sleman, dan MAN 3 Sleman memperkuat komitmen mencetak generasi Qurani melalui Wisuda Tahfidz Madrasah Integrasi 2026. Kolaborasi lintas jenjang ini menjadi langkah nyata membangun generasi penghafal dan pengamal Al-Qur’an menuju Sleman Religi. Kegiatan berlangsung di Auditorium Universitas Alma Ata, Rabu (21/10/2026).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Nadhif, mengapresiasi kolaborasi ketiga madrasah dalam menyelenggarakan program tahfidz secara berjenjang dan berkelanjutan. Menurutnya, program ini menjawab harapan masyarakat agar lulusan madrasah tidak hanya berilmu, tetapi juga berakhlak mulia dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“Wisuda ini bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari ikhtiar menyiapkan generasi yang menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an, sekaligus berkontribusi menyongsong generasi emas Indonesia 2045,” tegasnya.

Melalui program Sleman Religi, Nadhif mengajak madrasah, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama mendampingi generasi muda agar tumbuh dengan karakter Qurani. Ia juga mendorong masjid menjadi ruang pembinaan generasi muda yang religius dan berakhlak.

Basori Alwi, Katim 2 Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY yang hadir mewakili Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, mengapresiasi kesinambungan program tahfidz tersebut. Ia berpesan agar para wisudawan terus mencintai dan menjaga hafalan Al-Qur’an di setiap jenjang pendidikan, menghormati orang tua, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.

Ketua penyelenggara, Wahidatul Mukarromah, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam mencetak generasi rabbani. Ia menyampaikan terima kasih kepada ketiga madrasah, JQH Yogyakarta, Universitas Alma Ata, para wali santri, dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan.

Sebelumnya, rangkaian kegiatan diawali dengan simaan Al-Qur’an pada 19 Oktober 2026 yang melibatkan siswa dari ketiga madrasah, dilanjutkan doa bersama setelah salat Magrib.

Wisuda ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tahfidz tidak berhenti pada hafalan dan seremoni, tetapi berlanjut pada pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kolaborasi berkelanjutan, Kemenag Sleman bersama madrasah dan orang tua terus menguatkan ikhtiar melahirkan generasi Qurani yang berilmu, berakhlak, dan membanggakan menuju Sleman Religi. (isa/de)