Kemenag Sleman News– Semangat Panitia MTQ SD Kabupaten Sleman bersama Kemenag Sleman dan Dinas Pendidikan untuk mewujudkan Sleman Religi terus menyala. Meski tanpa agenda MTQ tingkat kabupaten dan dukungan anggaran khusus, panitia tetap berkomitmen menyelenggarakan MTQ di tingkat kapanewon tanpa membebani wali murid maupun siswa. Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi bersama Kepala Kankemenag Sleman, H. Nadhif, didampingi Plt. Kasi PAIS Hj. Tri Wahyuni dan Pengawas PAI, di Smart Room Kankemenag Sleman, Jumat (23/10/2026).
Perwakilan panitia, Ahmad Ihsanuddin, menyampaikan bahwa penyelenggaraan MTQ merupakan wujud komitmen bersama untuk menguatkan program Sleman Religi, meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan belum adanya agenda MTQ tingkat kabupaten.
“Semangat kami, MTQ tetap berjalan sebagai ikhtiar bersama mewujudkan Sleman Religi, tanpa membebani wali murid maupun siswa,” ungkap Ahmad Ihsanuddin.
Komitmen tersebut diperkuat melalui kolaborasi panitia, Dinas Pendidikan, dan Kemenag Sleman. Untuk mendukung pembiayaan, panitia juga membuka peluang bantuan dari Baznas atau UPZ apabila memungkinkan, sehingga kegiatan dapat terlaksana tanpa pungutan kepada peserta didik.
Kepala Kankemenag Sleman, H. Nadhif, mengapresiasi semangat pengabdian dan kolaborasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan kegiatan tersebut. Menurutnya, MTQ menjadi bagian dari upaya mengevaluasi proses pembelajaran sekaligus menjawab kebutuhan pembinaan keagamaan di lapangan.
“Terima kasih kepada Bapak dan Ibu semua yang telah berkolaborasi dengan berbagai pihak. Kita berangkat dari kebutuhan di lapangan dan komitmen bersama agar MTQ ini dapat berjalan dengan baik,” tuturnya.
Sementara itu, Plt. Kasi PAIS, Tri Wahyuni, menegaskan dukungan Kemenag Sleman terhadap semangat panitia yang rela berkontribusi melalui tenaga, pikiran, serta pengorbanan material dan spiritual. Sinergi lintas sektor, khususnya dengan Dinas Pendidikan, juga terus diperkuat untuk mendukung pembinaan keagamaan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah dasar di Kabupaten Sleman.
“Semangat pengabdian ini perlu kita jaga melalui kolaborasi lintas sektor agar pembinaan keagamaan anak-anak semakin kuat dan berkelanjutan,” tegas Tri Wahyuni.
Melalui MTQ SD, diharapkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an semakin tumbuh, nilai-nilai keagamaan semakin tertanam sejak dini, serta terbuka kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi dan prestasi di jenjang pendidikan berikutnya.
Bagi Kemenag Sleman, MTQ bukan sekadar perlombaan, melainkan ikhtiar bersama menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini dan menguatkan langkah menuju Sleman Religi. (isa)
Smg lancar, manfaat & berkah🤲
Balas komentar