Kankemenag Sleman News– Upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 berlangsung khidmat di halaman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dalam menjaga persatuan, merawat kerukunan, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Upacara dihadiri jajaran pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Sleman, Baznas terkait, 33 perwakilan santri pondok pesantren, siswa-siswi madrasah, serta segenap ASN Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman.Amanat Bupati Sleman dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Setda) Sleman, Abu Bakar, S.Sos., M.Si. Dalam amanatnya, Bupati mengajak para santri untuk rendah hati, menjaga persatuan, menghargai perbedaan, dan merawat kerukunan di tengah keberagaman bangsa.
“Marilah kita menjadi santri yang rendah hati, menjaga persatuan, mengobati perbedaan, merawat kerukunan di tengah keberagaman bangsa menuju Indonesia Emas 2045.”
Amanat tersebut juga menekankan pentingnya semangat belajar, keberanian berinovasi, kejujuran, dan sikap pantang menyerah. Pesantren diharapkan menjadi tempat pembentukan ilmu, karakter, kedisiplinan, serta semangat pengabdian. Santri juga didorong berkiprah di berbagai bidang dan menjadi solusi bagi kemajuan bangsa.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum memperkuat komitmen santri terhadap nilai keislaman, kebangsaan, dan persatuan. 
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.