Kankemenag Sleman News (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman terus mendorong peningkatan profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam (PAI) serta penguatan peran organisasi profesi dalam membangun karakter peserta didik. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Profesional Guru dan Revitalisasi Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) yang berlangsung di Aula Menawan lt.3 Kankemenag Sleman, Rabu (16/09/2026).

Plt. Kasi Pendidikan Agama Islam (PAIS), Hj. Tri Wahyuni, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa sinergi seluruh unsur menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan pendidikan agama yang semakin kompleks, khususnya bagi guru PAI.

“Sinergi semua unsur sangat dibutuhkan. Tantangan guru PAI dari sisi eksternal saat ini luar biasa, sehingga diperlukan kolaborasi semua pihak untuk memperkuat pendidikan agama dan membangun karakter peserta didik. Karakter religius di lingkungan sekolah harus semakin dikedepankan,” ungkap Tri.

Kegiatan ini diikuti 40 peserta yang terdiri atas pengurus Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI, serta Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) se-Kabupaten Sleman.

Kepala Kankemenag Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap pembinaan dan revitalisasi organisasi profesi dapat menjadi ruang penguatan kompetensi sekaligus mempererat kolaborasi guru PAI dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan.

Nadhif juga menyoroti pentingnya peran pendidikan agama dalam mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Sleman menanggulangi kenakalan remaja, radikalisme, dan perundungan (bullying), sebagaimana menjadi perhatian dalam edaran Bupati Sleman.

“Guru PAI memiliki peran strategis dalam memberikan penguatan pendidikan karakter dari sisi pendidikan agama. Saya berharap upaya ini dapat dilaksanakan semaksimal mungkin, sehingga nilai-nilai agama benar-benar tertanam dalam diri peserta didik dan menjadi bekal dalam menghadapi berbagai tantangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nadhif menekankan pentingnya sinergi Kankemenag Sleman dengan Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Program Sleman Religi, salah satunya melalui gerakan tuntas baca Al-Qur’an yang menyasar masyarakat luas.

“Melalui Program Sleman Religi, kita ingin membangun masyarakat yang semakin dekat dengan nilai-nilai agama. Saya berharap nilai dan norma agama menjadi modal utama dalam memperkuat pendidikan karakter, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru PAI semakin profesional, organisasi AGPAII semakin aktif dan berdaya, serta mampu memperkuat pendidikan karakter religius melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara madrasah, sekolah, Kankemenag, dan pemerintah daerah. (dpj)