Kemenag Sleman News— Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Nadhif, mendorong madrasah terus berbenah, memperkuat tata kelola, serta mengembangkan keunggulan sesuai potensi masing-masing. Pesan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Pendidikan Madrasah (Rakorpimad) Tahun 2026 di MAN 1 Sleman, Kamis (24/9/2026).
Nadhif menegaskan semangat Menawan—Memang Number One perlu diterjemahkan hingga tingkat madrasah melalui program unggulan sesuai potensi masing-masing. Tiga bulan terakhir 2026 harus dimanfaatkan untuk mengevaluasi kinerja sekaligus memperkuat integritas, kedisiplinan, dan bukti kinerja.
Penguatan karakter peserta didik juga menjadi perhatian, terutama melalui pencegahan radikalisme dan bullying, penguatan komitmen siswa, orang tua, dan madrasah, serta pengembangan Sapa Spontan yang menyasar kedisiplinan, performa, kebersihan, dan lingkungan yang ramah.
“Kita ingin menjadi lokomotif, pelopor, dan terbaik. Mari terus berbenah dan memastikan setiap program memberi dampak,” pesan Nadhif.
Kepala MAN 1 Sleman, Anis Syafa’at, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan sebagai tuan rumah Rakorpimad sekaligus memaparkan sejumlah capaian madrasah, di antaranya prestasi akademik dan keberhasilan salah satu siswi lolos OMI tingkat provinsi.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah menekankan percepatan pendataan dan pemutakhiran data TKA, BAP BOS, serta penguatan peran operator sebagai ujung tombak pengelolaan data. Digitalisasi layanan melalui EMIS GTK, e-Ijazah, dan RDM juga terus diperkuat, termasuk penyiapan pos pencetakan e-Ijazah bagi madrasah yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana.
Pengawas Madrasah turut mendorong penguatan komunikasi antaroperator melalui forum lintas jenjang yang difasilitasi K2M. Di bidang prestasi, madrasah didorong memetakan dan menyiapkan potensi lembaga, guru, serta peserta didik sejak dini, termasuk membuka peluang kompetisi hingga tingkat internasional.
Rakorpimad juga membahas penguatan Sleman Religi melalui program Madrasah Tahfidz Berkhidmat dengan menggandeng masjid atau TPA serta dilengkapi dokumen pendukung dan publikasi. Seluruh agenda tersebut diarahkan untuk memperkuat koordinasi, membangun budaya mutu, dan memastikan madrasah tidak sekadar menjalankan program, tetapi menghadirkan dampak nyata bagi peserta didik dan masyarakat. (isa/de)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.