Kemenag Sleman News— Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) MTs Kabupaten Sleman 2026 bukan sekadar arena berburu piala. Ajang ini menjadi ruang menumbuhkan generasi berilmu, tangguh, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan. Pesan tersebut disampaikan Kepala Kankemenag Sleman, Nadhif, saat membuka PKM MTs Kabupaten Sleman 2026 di MTs Assalafiyah, Rabu (23/9/2026).

Nadhif mengatakan, Kementerian Agama memiliki dua event besar sebagai ruang pengembangan potensi dan prestasi siswa madrasah, yakni Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) dan PKM. Namun, menurutnya, kompetisi harus dimaknai lebih luas sebagai bagian dari proses pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik.

Menarik pelajaran dari kisah Talut, Nadhif mengajak peserta memaknai pentingnya ilmu dan kekuatan dalam mempersiapkan diri menjadi pemimpin. Dalam Al-Qur’an, Talut disebut memiliki kelebihan berupa keluasan ilmu dan kekuatan fisik, bastotan fil ‘ilmi wal jism. 

“PKM jangan hanya dimaknai sebagai ajang mencari juara. Ini adalah wahana mempersiapkan generasi pemimpin masa depan dengan bekal ilmu yang luas dan kekuatan menghadapi berbagai tantangan,” tegas Nadhif.

Ia menegaskan, prestasi tidak lahir secara instan. Di balik capaian siswa terdapat proses pembinaan, pendampingan, kerja keras guru, serta dukungan madrasah dan berbagai pihak. Karena itu, seluruh unsur madrasah didorong terus memperkuat sinergi dan kolaborasi agar potensi setiap anak dapat berkembang secara optimal.

“Anak-anak tidak cukup hanya diberi kesempatan bertanding. Mereka harus didampingi, diarahkan, dan dikuatkan agar mampu mengeluarkan potensi terbaiknya,” ujar Nadhif.

Nadhif berharap legacy prestasi Sleman pada PKM 2025 di Bantul dapat diteruskan pada 2026 dengan capaian yang semakin baik dan berkualitas. Baginya, kemenangan di arena kompetisi penting, tetapi proses panjang menyiapkan generasi penerus bangsa jauh lebih utama.

Sementara itu, Ketua Panitia PKM, Harsoyo, menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh pihak sehingga agenda tahunan tersebut kembali terlaksana. Ia juga mengapresiasi Kepala MTs Assalafiyah, Bayu Kuncoro, beserta jajaran yang telah menjadi tuan rumah.

PKM MTs Kabupaten Sleman 2026 diikuti 41 madrasah dengan 1.413 peserta yang berkompetisi dalam 35 cabang yang dilombakan. Kegiatan tersebut didukung pembiayaan KKM MTs Kabupaten Sleman.(isa/de)