Kankemenag Sleman News (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman melaksanakan kegiatan Pembinaan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) se-Kabupaten Sleman, Rabu (16/09/2026) di Resto wilayah Kapanewon Seyegan. Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan peran penghulu dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan sekaligus membangun citra positif Kementerian Agama di tengah masyarakat.

Kepala Kankemenag Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., dalam arahannya mendorong para penghulu beserta jajaran KUA untuk lebih mengoptimalkan media sosial pada satuan kerja masing-masing. Menurutnya, media sosial tidak hanya menjadi sarana publikasi, tetapi juga instrumen untuk membangun komunikasi dan kepercayaan publik.

“Saya mendorong para penghulu dan jajaran ASN untuk mengoptimalkan media sosial KUA dengan memviralkan berbagai kegiatan positif. Apa yang kita kerjakan dengan baik perlu diketahui masyarakat, sehingga media sosial yang kita bangun mampu menghadirkan kesadaran sekaligus citra positif pada institusi Kementerian Agama,” ungkap Nadhif.

Lebih lanjut, Nadhif menekankan pentingnya menghadirkan praktik-praktik baik dalam pelayanan sebagai langkah preventif dalam menghadapi berbagai problematika di masyarakat, termasuk yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan dan pondok pesantren.

“Praktik baik harus terus kita bangun dan kembangkan. Ini merupakan bagian dari upaya preventif agar berbagai problematika di masyarakat maupun pondok pesantren dapat diantisipasi sedini mungkin melalui pendekatan pelayanan, pembinaan, dan komunikasi yang baik,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nadhif juga mengingatkan pentingnya penerapan ekoteologi dalam lingkungan kerja. Nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan dalam aktivitas sehari-hari, termasuk melalui pengembangan konsep green office di lingkungan Kankemenag dan KUA.

Selain itu, pembinaan turut menguatkan berbagai program Kankemenag Sleman, khususnya pembangunan Zona Integritas melalui inovasi pelayanan, Program Sleman Religi, serta gerakan Gen Z Makmurkan Masjid melalui pendampingan penyuluh agama.

“Penghulu dan penyuluh memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Mari kita jadikan pelayanan sebagai ruang untuk menghadirkan kemanfaatan, memperkuat moderasi, membangun kepedulian lingkungan, dan menggerakkan generasi muda untuk memakmurkan masjid,” pungkas Nadhif.

Melalui pembinaan tersebut, APRI diharapkan semakin solid dalam menjalankan tugas dan mampu menjadi bagian penting dalam penguatan pelayanan publik serta pembinaan kehidupan keagamaan di Kabupaten Sleman. (dpj)