Kankemenag Sleman News (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman terus mendorong peningkatan kualitas layanan pembinaan Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya diwujudkan melalui program Pembinaan GPAI SMK Kabupaten Sleman secara daring yang dilaksanakan oleh Pengawas PAI Kemenag Sleman melalui platform Zoom Meeting.
Program pembinaan tersebut dilaksanakan secara rutin setiap Rabu dan melibatkan Pengawas PAI pada seluruh jenjang. Selain menjadi sarana pembinaan dan penguatan kompetensi GPAI, kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan layanan yang lebih ramah, mudah, efektif, dan adaptif melalui pemanfaatan teknologi digital.
Pertemuan perdana dilaksanakan pada Rabu (16/9/2026), dengan narasumber Pengawas PAI, Heni Wahyu Widayati, S.Ag., M.S.I. Materi pembinaan disinergikan dengan kebijakan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, sehingga pembinaan tidak hanya berorientasi pada aspek teknis dan profesionalitas guru, tetapi juga mendukung arah kebijakan dan program Kemenag Sleman.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., dalam sambutannya melalui ruang Zoom menyampaikan pentingnya memperkuat peran GPAI dalam menjawab tantangan keberagamaan generasi muda, khususnya Generasi Z. Menurutnya, perhatian perlu diberikan pada fenomena masih perlunya peningkatan kesadaran sebagian generasi muda untuk memakmurkan masjid. Kondisi tersebut menjadi tantangan bersama bagi para pendidik agama untuk menghadirkan pembelajaran yang mampu menghubungkan pengetahuan keagamaan dengan kehidupan nyata.
“Bagaimana Sleman Religi bisa terwujud, tidak sekadar bisa membaca,” pesan Kakan.
Ia menekankan bahwa keberagamaan tidak cukup sekedar hanya ditunjukkan melalui kemampuan membaca atau memahami pengetahuan agama. Nilai-nilai agama perlu ditanamkan agar tercermin dalam sikap, perilaku, kepedulian sosial, serta kehidupan sehari-hari peserta didik.
Dalam konteks tersebut, GPAI memiliki posisi strategis sebagai pendidik sekaligus teladan bagi generasi muda. Pembinaan secara berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat kapasitas GPAI dalam menghadirkan pembelajaran PAI yang relevan dengan perkembangan zaman, dekat dengan kehidupan peserta didik, serta mampu menumbuhkan keberagamaan yang moderat, inklusif, dan berkarakter.
Kepala Kantor juga mendorong agar pemanfaatan platform digital tidak sekadar menjadi sarana menyampaikan materi, tetapi menjadi bagian dari transformasi layanan Kemenag yang semakin mudah diakses dan responsif terhadap kebutuhan guru.
Berdasarkan jadwal yang telah disusun, pembinaan berikutnya akan disampaikan secara bergiliran oleh Dra. Hanik Rosyada, M.Ag.; Dra. Fitriyah Rohmatin, M.S.I.; Dra. Mursiyam, M.Pd.I.; Esty Dewi Mulyawati, M.S.I.; Ibnu Karyadi, M.S.I.; Dewi Widiyastuti, M.Pd.; dan Ahmad Ihsanudin, M.Pd.I.
Melalui pembinaan rutin tersebut, Kemenag Sleman berharap sinergi antara Pengawas PAI, GPAI, dan kebijakan kantor semakin kuat. Pada akhirnya, inovasi layanan berbasis digital ini tidak hanya memudahkan proses pembinaan, tetapi turut menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan Kemenag Sleman yang berdampak, sekaligus mewujudkan Sleman Religi yang tercermin dalam pengetahuan, sikap, dan perilaku generasi muda. (aji/dpj)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.