Kemenag Sleman News — Pengawasan pendidikan bukan sekadar memastikan aturan berjalan, tetapi juga hadir lebih dekat, membuka komunikasi, mendengar kebutuhan di lapangan, dan bersama-sama menemukan langkah perbaikan.
Pesan tersebut mengemuka dalam Rakor Pengawas Madrasah yang diikuti Kepala Kankemenag Sleman, Kasi Dikmad, Ketua Pokjawas, dan seluruh Pengawas Madrasah di Bale Ayu Resto Sleman, Senin (14/9/2026).
Kepala Kankemenag Sleman, H. Nadhif, menegaskan pengawas harus menjadi mitra pembinaan yang hadir secara konsisten, bukan hanya ketika persoalan muncul.
“Pengawas harus hadir, menyapa, mendengar, kemudian bersama-sama mencari jalan terbaik. Pembinaan jangan hanya dilakukan ketika ada persoalan, tetapi menjadi bagian dari proses yang terus berjalan,” tegasnya.
Menurut Nadhif, perhatian publik terhadap dinamika yang terjadi di salah satu pesantren di Sleman menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, pembinaan, dan sinergi dengan lembaga pendidikan keagamaan.
“Pesantren adalah bagian penting dari pendidikan kita. Mari kita membersamai, memperkuat komunikasi, dan memastikan pembinaan berjalan dengan baik,” pesannya.
Untuk itu, Kemenag Sleman mendorong Pengawas Goes to Pesantren sebagai ruang pendampingan dan komunikasi bersama pengelola pesantren. Setiap kunjungan diharapkan tidak berhenti pada kehadiran, tetapi dicatat, didokumentasikan, dan ditindaklanjuti.
“Jangan sampai berhenti. Pastikan terus berjalan dan jangan lupa dokumentasikan,” pesan Nadhif.
Rakor juga mengevaluasi capaian Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI). Dari 34 nominasi, 20 di antaranya didominasi madrasah. Capaian ini menjadi modal sekaligus bahan evaluasi untuk memperkuat SDM, pembelajaran, dan pembinaan peserta didik.
Nadhif meminta persiapan OMI dilakukan secara berkelanjutan, bahkan sejak awal PPDB. “Untuk jangka panjang, OMI jangan berpola sporadis. Persiapannya harus dilakukan sepanjang tahun,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pokjawas Madrasah, Ali Sofha, menyampaikan agenda pengawasan meliputi evaluasi OMI, akreditasi, PKKM, PIGPM, serta penguatan pelaporan dan optimalisasi Sulingjar.
Bagi Kemenag Sleman, pengawasan bukan tentang mencari kesalahan, melainkan menemukan ruang perbaikan. Dari madrasah hingga pesantren, pengawas diharapkan hadir sebagai mitra untuk memperkuat mutu, tata kelola, karakter, dan kepercayaan masyarakat.
Pengawasan yang dekat melahirkan pembinaan yang tepat. Pembinaan yang konsisten menghadirkan pendidikan yang semakin bermutu dan berdampak. (isa)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.