Kemenag Sleman News— Ketika AI dan coding mulai masuk ke dunia pendidikan, guru RA dituntut tak sekadar akrab dengan teknologi, tetapi mampu mengubahnya menjadi sarana untuk mengembangkan potensi anak. Sebanyak 110 guru dan kepala RA mengikuti Workshop Penguatan Kompetensi Guru dan Kepala RA melalui Literasi Digital yang berlangsung selama tiga hari di Puri Mataram Resto, 17–19 September 2026, Kamis (17/9/2026).
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman menegaskan pentingnya penguatan kompetensi guru sebagai fondasi pendidikan anak usia dini. Menurutnya, pembelajaran di RA perlu diarahkan pada pendekatan pembelajaran mendalam yang didukung pemanfaatan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI) dan coding, untuk menggali serta mengoptimalkan potensi anak secara utuh.
“Potensi anak harus dikembangkan secara seimbang, baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Melalui Tilawah, Ta’lim dan Tazkiah kita kuatkan Membaca dan menghayati ayat Allah, mengembangkan ilmu dan pengetahuan, serta membentuk jiwa dan karakter. . Jika ketiganya berjalan dengan baik, insyaallah akan membentuk insan kamil,” pesannya.
Kakan menambahkan, RA merupakan madrasatul ula, tempat awal pembentukan karakter dan kemampuan anak. Penguatan pendidikan pada usia 4–6 tahun menjadi langkah penting agar perkembangan anak pada jenjang pendidikan berikutnya dapat berlangsung secara optimal.
“Karena itu, mari kuatkan ikhtiar dalam menggali dan mengoptimalkan potensi serta kompetensi anak-anak kita. Pembelajaran harus mampu menyentuh seluruh aspek perkembangan mereka,” lanjutnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan antara RA, keluarga, dan masyarakat. Sinergi ketiganya diperlukan agar proses pendidikan berjalan selaras dan tidak terjadi disonansi dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Sementara itu, Ketua Panitia Sri Ngadiyati menyampaikan bahwa workshop diikuti 110 guru dan kepala RA yang telah tersertifikasi. Kegiatan difokuskan pada penguatan kompetensi melalui literasi digital serta penerapan pembelajaran mendalam yang didukung AI dan coding, sehingga pendidik semakin siap menghadirkan pembelajaran yang aktif, inovatif, menggembirakan, dan bermakna bagi peserta didik. (Isa/De)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.