Kemenag Sleman News — Evaluasi bukan sekadar melihat angka dan serapan anggaran. Lebih dari itu, evaluasi menjadi momentum membaca kondisi saat ini, merumuskan perbaikan, dan menyiapkan langkah untuk program berikutnya agar semakin tepat sasaran dan berdampak bagi masyarakat.
Semangat tersebut mengemuka dalam Evaluasi Anggaran dan Kegiatan Tahun Anggaran 2026 sampai dengan Semester I yang diselenggarakan Subbag Tata Usaha (TU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman di Wyndham Garden Yogyakarta, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan diikuti Kepala Kantor Kemenag Sleman H. Nadhif,., Kepala Subbag TU H. Achmad Fauzi,., serta jajaran pejabat fungsional dan pelaksana Subbag TU.
Dalam sambutannya, H. Nadhif menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, evaluasi diperlukan tidak hanya untuk melihat capaian sembilan bulan terakhir, tetapi juga memetakan kebutuhan jangka panjang dan merumuskan langkah konkret untuk mengeksekusi program selanjutnya.
“Diskusinya kita arahkan pada eksisting, evaluasi, dan prospek. Kita lihat apa yang sudah berjalan, apa yang perlu diperbaiki, kemudian apa yang harus kita siapkan ke depan,” ujarnya.
Ia menegaskan, tujuan akhirnya bukan sekadar tertib administrasi dan anggaran, tetapi membangun ASN berkinerja tinggi, bebas dari KKN, serta mampu menghadirkan layanan prima bagi masyarakat.
Dalam konteks tersebut, Subbag TU memiliki posisi strategis sebagai penggerak tata kelola organisasi. H. Nadhif berharap Subbag TU mampu menjadi lokomotif sekaligus mesin penggerak berbagai program Kemenag Sleman, termasuk penguatan Zona Integritas dan Reformasi Birokrasi.
“Subbag TU idealnya menjadi lokomotif program Zona Integritas. Menjadi pelopor, uswah, dan role model penggerak Reformasi Birokrasi di Kankemenag Sleman,” pesannya.
Ia menambahkan, peran Subbag TU tidak berhenti pada urusan administratif. Setiap pekerjaan harus memiliki keterkaitan dengan tujuan organisasi dan bermuara pada peningkatan kualitas layanan publik.
Karena itu, evaluasi juga menjadi ruang untuk memperkuat kapasitas personal, membangun budaya kerja yang adaptif dan berintegritas, serta mempererat kolaborasi antarpegawai. Perencanaan, anggaran, keuangan, kepegawaian, data, arsip, teknologi informasi hingga komunikasi publik perlu bergerak dalam satu arah yang sama.
Melalui evaluasi tersebut, Subbag TU diharapkan semakin siap menghadapi kebutuhan organisasi ke depan. Bukan hanya bekerja menyelesaikan tugas, tetapi mampu membaca kebutuhan, menemukan solusi, dan memastikan setiap program memberikan manfaat.
Dari evaluasi lahir perbaikan; dari aparatur yang semakin berdaya lahir layanan yang semakin berkualitas. Inilah ikhtiar Subbag TU Kankemenag Sleman untuk terus bergerak menjadi lokomotif tata kelola yang bersih, profesional, dan berorientasi pada layanan masyarakat.(isa/de)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.